Postingan

Pemilik Tanah

Gambar
 

Angka

K atanya anggota dewan ngeliat kita, rakyat Indonesia, hanya sebatas deretan angka yaa? Tanpa jiwa tanpa suara dll. Hm menarik.. Gak heran, wong kita juga ngeliat kualitas sesuatu dari angka kok. Harga sayur, harga buku, jumlah gaji, jumlah bisnis, banyaknya uang di kantong, banyaknya pengalaman, sampai deretan angka retweet, like, view, subscribes, followers di media sosial kita. Semakin tinggi atau banyaknya angka, semakin berkualitas barang/produk/informasinya. Tanpa ngeliat proses dan gejolak yang terjadi. Gitu kan? Namanya juga dewan perWAKILan rakyat, cerminan rakyat. Pun sesama rakyat menilai masing-masing dengan angka kok. "dia punya rumah segini.. dia punya iq segitu.. dia berumur sekian..". Lalu dikalkulasikan menjadi "ooh dia kelas a..". Simple banget! "kalkulasi gue hasilnya kaya gini, kok lo pada marah sih, di mana salahnya?" Menentukan kualitas barang/produk/informasi enggak sebatas dari angka-nya ajaa, justru hal menarik tertinggal di luar d...

Lelah Ketemu Banyak Orang

Sering gak kalian lelah kalo abis ketemu orang? L elahnya lelah yang kaya "yaah abis deh energi gw..".  Salah satu faktornya tuu karena banyaknya respon tubuh yang kita berikan kepada orang tersebut. Kaya kerja otot supaya bergerak sekedar untuk tertawa, kerja otak untuk mencerna pesan, memberikan empati, dan banyak lainnya. Buat satu orang aja, dengan segala cerita mereka, kadang bisa bikin energi kita abis. Gimana kalo sekumpulan orang? Sejumlah orang? Gak ketinggalan, masing-masing punya cerita sendiri dan kita menerima cerita mereka. Paragraf pembuka di atas yang bikin tulisan ini bisa kalian baca sekarang. Namun sekarang, kata 'bertemu' bisa bergeser pengertiannya menjadi lebih luas. Kaya sebatas melihat ajaa tanpa interaksi dua arah, itu udah masuk ranah bertemu. Misal, kalian main twitter, lalu kalian bertemu banyaaaak sekali informasi dari tweet siapapun, orang yang kalian ikuti bahkan yang enggak diikuti. Informasi yang isinya beragam macam topik, yang berasa...

Kejadian Berulang (Eternal Sunshine of The Spotless Mind)

Gambar
(imdb.com) Pertama kali nonton Eternal Sunshine of The Spotless Mind (esotsm) sekitar tahun 2016 . Saat itu yang menarik perhatianku hanya tokoh Clementine. Betapa kerennya dia ganti-ganti cat rambut dan pembawaanya yang unik sebagai tokoh perempuan. Entah kapan, aku sempat nonton kembali film ini. Tapi yang aku ingat, setelah nonton yang kedua kali, aku jadi berpikir tentang

Tolong (Ajari) Aku Dong

Kek, tolong ajari aku naik kuda dong Nek, tolong ajari aku ngebungkus lemper dong Om, tolong ajari aku nentuin angle foto dong Tante, tolong ajari aku ngerias wajah dong Pak, tolong ajari aku nanam singkong dong Buk, tolong ajari aku nyulam kain dong Bang, tolong ajari aku bikin kembang gula dong Mbak, tolong ajari aku main saxophone dong Kak, tolong ajari aku masang lampu bohlam dong Dik, tolong ajari aku ngebeatbox dong Bro, tolong ajari aku bahasa jerman dong Sis, tolong ajari aku gunain rok lilit dong Oi kamu, tolong ajari aku dong. -pelajar wajar belajar jangan dihajar