Postingan

Hilangnya Gelang Kesayangan Gajah

Di kaki Gunung Sirius terdapat hutan yang begitu luas Di sana ada berbagai macam hewan buas sampai hewan yang pemalu Namun mereka hidup berdampingan dan tidak suka bertengkar Itulah yang membuat suasana di hutan Gunung Sirius menjadi damai dan tenang   Tapi pada suatu pagi, Dru, seekor rusa kecil terbangun kaget Ia mendengar suara tangisan yang menggema di hutan Gunung Sirius Dru kebingungan, “Lho? Lho.. Ada apa ini? Siapa yang menangis?” Ia melihat sekelilingnya bergetar! Pak Bambi yang sedang membawa sekantong biji kopi pun terjatuh karena getarannya. Dru bergegas bangun dan berlari menuju arah datangnya suara tangisan itu Ia berlari kencang dan melihat seekor gajah menangis di balik pepohonan jati yang menjulang tinggi   Lalu Dru bertanya pada gajah itu “Ada apa Ephen?” “Huhuhu huhu gelang kesayanganku huhuhu…” “Kenapa gelang kesayanganmu?” “Huhuhuhu hilaaaaaang……..” “Kamu sudah mencarinya?” “Huhuhu belum…” Hmm.. Dru berpikir.. Bagaimana ...

Tak Indah, Tak Dijaga

Jika kata-kata indahmu kau lantunkan dengan hati-hati saat menadah, menggengam, mengepal, melipat, mendekap tangan, Mengapa kata-kata disetiap kegiatan harianmu tak kau buat indah juga, tak kau jaga? Apa yang membedakan kata-kata pertama dan kata-kata kedua? Sehingga kata-kata kedua tak kau jaga sedang merangkai indah pada kata-kata pertama? Bukannya setiap kata-kata yang diucapkan secara lisan maupun tidak,  akan dikabulkan? #nasinaya Nasinaya  adalah tulisan yang isinya nasihat sotoy tak abadi. Bisa ngenyangin otak buat sementara waktu, sambil nunggu lauk pauk yang masih dimasak.

Memori

Buat gue,  Memori itu sebuah pemantik buat berpikir. Satu detik waktu yang kita lewatin tadi udah jadi bagian dari memori. Gak heran kan kita berpikir dari apa yang udah direkam sama otak, termasuk pengetahuan, kejadian, perasaan dll. Memori juga pemantik buat ngerasain beragam rasa.  Banyak rasa. Rasa itu yang bikin kita sebagai manusia tetap "hidup". Memori adalah perjalanan. Ketika kita lagi asik jalan dan gak sadar ada lubang di depan, spontan kita jatuh/oleng. Terus shock dikit, minggir bentar buat ngomel, kesel, nangis dll. Tapi abis itu kita tetep lanjutin perjalanan. Di detik ini, masa kini banget nih, gw kepikiran soal lubang tadi. Dengan rasa dan suasana yang lain, gw bisa ngetawain betapa begonya gw tadi gak liat lubang, betapa kocagnya gw karena ngomel dll. Setelah itu gw berpikir "berarti NANTI kalo ada lubang lagi gw harus blabla". Perjalanan makin panjang, memori pun makin banyak dan beragam. Yang mencambuk lalu memeluk. Yang menampar lalu mengajar. A...

Action!

Kita hidup untuk bermain peran . Dikelompok ini kamu menjadi antagonis. D ikelompok sana kamu menjadi protagonis. Sisi ini pemeran pendukung. Sebelah sana pemeran pengganti. Dan banyak juga yang cuma sekedar lewat. Makanya gak heran kalo kamu merasa pribadimu berubah-ubah. Salah satunya ya karena peran yang berbeda-beda itu. Kadang, kita emang gak bisa milih mau berperan menjadi apa. Makanya sekali tempo kamu merasakan "ini bukan aku bangeeet" tapi disisi lain kamu bilang "aku nyaman menjadi mawar". It's all about playing the role. Gak salah tuh kalo ada yang bilang, "Tuhan adalah sutradara terbaik". Karena kerap kali kita berada dikondisi baru, yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Itu berarti Tuhan memberimu peran yang baru. Dan bisa jadi fit sama kamu. "terus kalo aku salah adegan gimana?" Ya perbaiki.  Coba aja kamu ikut shooting film. Satu scene bisa berapa kali diulang? Beragam banget jumlahnya kan.. Tapi ada juga yang bisa one take t...

Merasa

Gambar