Sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh siswa adalah di sekolah. Tidak dipungkiri bahwa sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa. Sekolah pada dasarnya sering diungkapkan sebagai taman. Taman adalah tempat belajar yang menyenangkan. Tapi mengapa sekarang banyak yang salah mengartikan sekolah? Mengapa hanya yang punya kekuasaan yang berhak mengatur segalanya tanpa pertimbangan berbagai pihak? Kamis sore itu, aktivitas di sekolah tidak terlalu ramai, karena kegiatan belajar mengajar sudah berakhir. Hanya sebagian siswa dan guru yang masih berada disana. Seorang guru keluar dari ruangan sambil memegang map merah dan berjalan dengan tergesa-gesa. Tiba-tiba, segerombol siswa datang menghampirinya.
“Oh kamu toh yang namanya Kemal. Ayo silahkan masuk sini, maaf ya rumah tante berantakan. Abis lagi banyak dapet pesanan baju nih” ujar Mamahku sambil mengajak Kemal kedalam rumah Mamah. Sehabis pulang dari makan bareng, Kemal mengajakku mampir ke rumah Mamah. Iya dia tahu bahwa aku sudah lama tidak menjenguk Mamah. “Iya tante. Oh tante nerima jahitan baju ya? Tante bikin sendiri?” tanya Kemal sambil melepas sepatu sekolahnya dan masuk ke ruang tamu. “Ya gitu deh Mal. Tante usaha jahit kecil-kecilan sambil bikin kue” jawab Mamah. “Oh gituuu” ucap Kemal. “Mah, tuh tadi Kemal yang ngajak kesini. Katanya aku jarang jenguk Mamah, padahal kan sering ya Mahh” ujarku kepada Mama...
Terlalu muda untuk membahas ini. Cuma udah gak tahan aja buat mengeluarkan pendapat. Ini tentang hubungan antara dua orang yang sering disebut “pacaran” Harus mulai darimana ya.. Gini deh, kenapa lo berfikir untuk memilih berpacaran? Karena sayang? Cinta? Pengen deket terus? Atau iseng-iseng doang? Kebanyakan orang memilih berpacaran itu untuk “Yaa biar dia jadi milik gue” wkwkwk. Fine fine. Atau gini “Kalo pacaran kan kaya ada ikatan gitu. Jadi lucu aja” wkwkwk. Mainstream Man.
Komentar
Posting Komentar