Sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh siswa adalah di sekolah. Tidak dipungkiri bahwa sekolah merupakan rumah kedua bagi siswa. Sekolah pada dasarnya sering diungkapkan sebagai taman. Taman adalah tempat belajar yang menyenangkan. Tapi mengapa sekarang banyak yang salah mengartikan sekolah? Mengapa hanya yang punya kekuasaan yang berhak mengatur segalanya tanpa pertimbangan berbagai pihak? Kamis sore itu, aktivitas di sekolah tidak terlalu ramai, karena kegiatan belajar mengajar sudah berakhir. Hanya sebagian siswa dan guru yang masih berada disana. Seorang guru keluar dari ruangan sambil memegang map merah dan berjalan dengan tergesa-gesa. Tiba-tiba, segerombol siswa datang menghampirinya.
Ha loo, aku kembali, dengan perasaan Nadiya yang campur aduk. Masih hangat di hati dan otakku setelah menonton film Sore: Istri Dari Masa Depan. Audiovisualnya cakep, ide, narasi, cast, simbol, kostum, marketing dan lain sebagainya mantap. Singkat cerita filmnya bagus melebih ekspektasi aku. Poster Film Sore: Istri Dari Masa Depan Aku mau highlight beberapa momen yang buatku gelisah. Tepat di sekuen awal. Aku beruntung gak telat masuk bioskop. penggambaran suasana di Arctic buat aku ngerasa gak nyaman. Aku sebagai penonton -yang baru masuk dan nonton- diajak melihat retakan dataran es Artic dan juga hamparan es luas yang putih, terasa kosong, sendiri dan rapuh. Ada yang tertinggal di sana, bahkan jika itu pikiran yang tidak terselesaikan. Rasanya tidak nyaman. Dan es. Beku, keras, dan kelu. Ketika bapaknya Jo membaca tulisan di balik foto. Why ?? Hatiku mengganjal sekali. Apa yang dilakukan Jo terhadap bapaknya sama seperti apa yang bapaknya lakuin terhadapnya, bukan? Mungkin di ...
“Oh kamu toh yang namanya Kemal. Ayo silahkan masuk sini, maaf ya rumah tante berantakan. Abis lagi banyak dapet pesanan baju nih” ujar Mamahku sambil mengajak Kemal kedalam rumah Mamah. Sehabis pulang dari makan bareng, Kemal mengajakku mampir ke rumah Mamah. Iya dia tahu bahwa aku sudah lama tidak menjenguk Mamah. “Iya tante. Oh tante nerima jahitan baju ya? Tante bikin sendiri?” tanya Kemal sambil melepas sepatu sekolahnya dan masuk ke ruang tamu. “Ya gitu deh Mal. Tante usaha jahit kecil-kecilan sambil bikin kue” jawab Mamah. “Oh gituuu” ucap Kemal. “Mah, tuh tadi Kemal yang ngajak kesini. Katanya aku jarang jenguk Mamah, padahal kan sering ya Mahh” ujarku kepada Mama...
Komentar
Posting Komentar